Sesekali melihatmu, masih dengan senyum itu, tak berubah, kecuali senyum itu tak lagi membuatku tersenyum.
Rindu, jika mampu matikan aku berpuitis.
Dengan manis senyummu, dengan racun di balik senyum itu
Kunang-kunang menari elok di mataku saat menatapmu.
"Tetaplah seperti ini," ujarku dalam hati
Mungkin angin akan membawamu kembali, di tempat itu,di bawah pohon yang bernaung rindu
sekarang Di dadaku,sepertinya rindumu telah berganti nama menjadi: sunyi.
serupa mentari yang setia berbagi hangat setiap hari
dulu. sebelum rasaku terbang seperti debu
dulu. sebelum rasaku terbang seperti debu
dari bayangmu aku mulai membuat garis, lalu menolok kelak tumbuh cinta atau benci, hingga ku menjadi tak peduli "biarlah saja"
saat ku mulai kehilangan kesadaran,
ini duniaku sendiri : penuh mimpi, menari dalam jubah imajinasi, tertuang dalam bait puisi meski tak ada yang peduli
dan kau tak sekalipun menolong ku dalam ketidak pedulian rindu
...sunyi...

Komentar
Posting Komentar