harus bagaimana?

ia hanya diam membisu seperti yunani yang angun dan indah,
tak sepatah kata pun terucap di bibir merah nya di hadapan ini.

tapi ia selalu melihat dan mengawasi semuanya,
hanya membias membisu dengan angin
serbuk-serbuk perasaan nya yang terbang kesana kemari membuat ku merasakan.
betapa rasa nya ia terhadap jiwajiwa itu

dan ini? bagaimana lagi harus berlari?
terbang kesana kemari menangkap serbuk ini......
untuk ia rasa terhadap jiwajiwa itu,
ah' aku sudah lelah berlari, kenapa tak kau aja.
punjaga dalam senja.

Komentar

Postingan Populer