hey
hey kenapa gemuruh hancurkan saudariku?
hey hati ini resah apa kau merasa?
hey, kau lihat kah wajah wajah murung menghampiri?
hey apakah kau masih mempunyai mata dan hari?
mau sampai kapan gemuruh mempengaruhi mu
apakah kau sadar wajah wajah murung sangat menyayangimu
hey kenapa gemuruh hancurkan kami?
hey hati ini seperti berkaca namun tak berbayang
hey apakah kau hidup? atau kah sudah mati?
api ini terus menjalar
hati ini terus terbakar
tidak kau sadar awan hitam terus mengawasi gemuruh wajah wajah itu
hujan turun tapi tak bisa basah
hati ku terbakar rasa hujan turun
hampir 2 tahun hari menemani kami
namun dengan awan awan hitam cepat kau dan kami terbakar
secepat itu ke sayangan kami dan kau hilang?
terbeli 220ribu........
hanya gemuruh tak bersuara
hanya hujan tak basah
hanya api tak terbakar
sunyi, hening, diam
ya diam...
apa hanya itu yang kau bisa?
diam, dan terus diam melihat wajah wajah itu terbakar?
tanpa bertanya ada apa dengan kami....
mengapa resah kemurungan menyelimuti....
hey saudara, sahabat, mata, dan hari kami
ke sayangan....
sekarang hilang tanpa suara.
mungkin kami memang sudah 'tak pantas' menemani mata dan hari mu ini lagi
ataukah memang dari dulu kami hina menemani
tanpa sadar,,
walau perih...
Maaf, ku, kami, tak pernah bisa menjadi kesetiaan hari mu, tak bisa menjadi temanmu yang kau ingin kan, dan mungkin tak pernah bisa menjadi pelangi dalam hati mu.
doa yang bisa tersirat pada angin,
semoga kau menemukan kasih sehebat yang kau ingin.
hey hati ini resah apa kau merasa?
hey, kau lihat kah wajah wajah murung menghampiri?
hey apakah kau masih mempunyai mata dan hari?
mau sampai kapan gemuruh mempengaruhi mu
apakah kau sadar wajah wajah murung sangat menyayangimu
hey kenapa gemuruh hancurkan kami?
hey hati ini seperti berkaca namun tak berbayang
hey apakah kau hidup? atau kah sudah mati?
api ini terus menjalar
hati ini terus terbakar
tidak kau sadar awan hitam terus mengawasi gemuruh wajah wajah itu
hujan turun tapi tak bisa basah
hati ku terbakar rasa hujan turun
hampir 2 tahun hari menemani kami
namun dengan awan awan hitam cepat kau dan kami terbakar
secepat itu ke sayangan kami dan kau hilang?
terbeli 220ribu........
hanya gemuruh tak bersuara
hanya hujan tak basah
hanya api tak terbakar
sunyi, hening, diam
ya diam...
apa hanya itu yang kau bisa?
diam, dan terus diam melihat wajah wajah itu terbakar?
tanpa bertanya ada apa dengan kami....
mengapa resah kemurungan menyelimuti....
hey saudara, sahabat, mata, dan hari kami
ke sayangan....
sekarang hilang tanpa suara.
mungkin kami memang sudah 'tak pantas' menemani mata dan hari mu ini lagi
ataukah memang dari dulu kami hina menemani
tanpa sadar,,
walau perih...
Maaf, ku, kami, tak pernah bisa menjadi kesetiaan hari mu, tak bisa menjadi temanmu yang kau ingin kan, dan mungkin tak pernah bisa menjadi pelangi dalam hati mu.
doa yang bisa tersirat pada angin,
semoga kau menemukan kasih sehebat yang kau ingin.

Komentar
Posting Komentar