hitam atau abu-abu


emm mungkin kalau org yg baca ini, bkln beranggapan gue itu org yg tidak bersyukur atau egois, dan juga kenapa gue bisa menulis ini yaa efek mungkin kurang dewasa nya gue menanggapi hal itu. emmm  semua itu mungkin juga. yaa tapi gue menulis ini hanya semanta2 ingin meng-expresikan sebuah pertanyaan besar di benak gue yg menjadi alur maju mundur' yaaa yg terkadang pertanyaan itu berdapak membuatnya lupa diri sebagai diri yg normal, dimana memang semestinya diri itu bisa meredam sebuah pertanyaan kesal itu....

normal atau kah tidak sempurna? hemm menurut gue itu adalah takdir yang maha kuasa,atas bagaimana perjuangan mereka di kemudian menanggapi hal itu. tetapi trkadang takdir itu suka di salah artikan. dan sebenarnya normal itu menurut gue merupakan sebuah cobaan di dunia sama hal nya dengan tidak sempurna, tapi yang terlihat di hadapan gue ini, tidak bgtu! tidak sempurna lah yang benar2 dinamakan cobaan. emm sebenarnya gue kurang setuju dengan pendapat org2 ttg hal itu' kenapa? yaa karena gue melihat efek dari anggapan itu lah terkadang ke-tidak sempurnaan itu menjadi lupa diri, banyak yg gue liat mereka menjadi lebih egois' dan tidak mengerti terhadap human intrst di lingkungan nya. yaa gue bisa memaklumkan itu kok. tapi yang sanggat gue sanyangkan hal itu akan membuat merka tidak tau artinya hidup di dunia ini' yg ada mereka hanya meminta "kasih", sungguh miris banget gue harus benar2 melihat itu secara realty di sekeliling gue. :(

sebenarnya pertanyaan itu sudah hadir saat gue mulai melihat human intrst saat kecil. kebetulan gue selalu di kelilingin oleh "tidak sempurna" itu. bahkan gue kecil dulu benar2 sampai mengutarakan gue orang tua.

$%#%#^&$%3
*gue : ma, kok om itu egois banget sii. mentang2 "tidak sempurna" gtu, jadi di manjain' yg ada ga mandiri ma!

*mom : hey! ga boleh bgtu."tidak sempurna" itu sebenarnya bukan kemauan om, tapi itu udh ujian yg kuasa terhadap om kamu itu, dan kita yg di sekeliling nya. jadi kamu sebagai org yg normal harus memaklumin sifat2 nya itu. dya menjadi bgtu karena merasakan "perbedaan",,,

*gue : emmm tapi ma, kalau di majaain bgtu yg ada om ga mandiri di masyarakatnya nanti, liat aja udh umur 20an lebih gtu masa ga bisa baca atau nulis, bisanya cuman minta aja. kan kalau bgtu tia juga antara kasian dan kesel ma. yaaa walaupun om itu minta nya ga neko2. tapi mandiri itu loh mandiri ma....

*mom : itu udh cobaan nya kita sebagai yg normal tia' kita sebagai yg normal memang harus membantu dya untuk berjuang di dunia ini, dan sebenarnya sebagaian pahala kita itu ada di doa"mereka nak.

*gue : ma tapi memang dalam menyikapinya "ke-tidak sempurnaan itu" haruskan di majakan? sehingga membuat mereka menjadi suka lebih besar kepala...

*mom : ga juga sii, yaa soal sifat2 mereka yg terkadang suka egois, "pamer", besar kepala atau apapun itu, itu adalah cobaan untuk kita agar bisa bersyukur dan bersabar menanggapinya. yaa seperti yg udah mama bilang tadi, mrk seperti itu karena merasakan "perbedaan" jelas terkadang merka menjadi cepat tersingung, egois dan sulit untuk di mengertikan. terlebih lagi kalau2 mereka mendapatkan hal yg mereka mau, kadang mrk suka pamer dan besar kepala kan? nah hal itu sebenrnya maksudnya ingin membanggakan diri mereka sendiri. kalau di balik diri merka yg "tidak sempura" itu, ada sempurna yg merka miliki, yaa tapi mama akui terkadang terlihat mereka menjadi pamer dan besar kepala. yaap itu juga menjadi cobaan kita untuk belajar bersabar. krn sabar itu ilmu yg paling sulit.

hahaahha sebenarya pertanyaan gue itu sudah terjawab, tapi tetap aja gue suka ga setuju dengan pendapat emak gue ini soal' memanjakan "ke-tidak sempuraan itu, memang apa haruskah di manja kan? kalau sperti itu mereka tidak akan pernah mengerti sebagai si "normal" dong, tetapi hanya mengerti untuk di mengertikan.hemm yang gue lihat yaa yaitu mereka menjadi tidak mandiri dan selalu meminta "kasih".

nah hal ini yg sebenarnya benar2 ga gue suka!!!!!!!!!!!! di majakan. nah kalau udh bgtu siapa yg salah? hemm tentunya menurut gue si pendidik lah yg salah, karena mengajarkan maja, bukan nya ke madirian untuk diri mrk sendiri.

maaf maaf maaf maaf 1.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000,00x maaf banget kalau tulisan ini menjadi pro dan kontra bagi yg membacanya, maaf juga kalau yg membacanya menjadi tersinggung atau apapun. sebenarnya di diri gue juga masih pro dan kontra, terkadang gue bisa menjadi lebih perhatian terhadap "ke-tidak sempurnaan "itu, krn kalau tidak ada sempurna maka tidak akan ada yg di blng normal. tapi terkadang diri gue juga bisa menjadi emosi' dan bisa menjadi tidak bisa mengertikan mrk, kalau2 sifat jahat itu muncul di diri merka lagi.

yapp benar SABAR adalah sebuah ilmu tersulit.....

Komentar

Postingan Populer