#colongan
Jatuh cinta tidak sama dengan berjodoh.
Sering ditemukan: hati sudah terlebih dahulu menyukai seseorang, tapi dia menikah dengan orang lain, atau mentah-mentah ditolaknya, atau tak dapat restu dari keluarga.
Jatuh cinta tidak sama dengan berjodoh.
Kerap ditemukan: sudah habis berkorban, sudah terus menunggu, sudah termakan hari-hari, sudah tersita pikiran dan uang, tapi akhirnya selesai. Tidak ada kisah lanjutan.
Jatuh cinta tidak sama dengan berjodoh.
Oleh karena itu, kita memaklumi: orang-orang yang jatuh cinta. Tapi, kita juga heran pada mereka yang rela mengeluarkan apa saja demi orang yang dicinta, walau itu belum pasti jodohnya. Yang laki-laki korban harta dan tenaga. Korban waktu dan masa depan. Yang perempuan kadang lepas kehormatan, hamil, dan dicaci dunia.
Jatuh cinta tidak sama dengan berjodoh.
Tapi, apakah berjodoh itu sudah pasti jatuh cinta?
Orang-orang yang Allah tetapkan sebagai pendamping hidup kita adalah mereka yang Allah kirimkan dan khususkan. Tentu saja, ada orang yang memutuskan untuk menerima dengan sepenuh hati. Ada pula yang mengingkari itu dan ini. Membuka hati itu amat sulit bila tanpa konsep dasar yang benar tentang rumah tangga. Sebab hanya itu saja yang jadi sandarannya.
Sehingga:
Bila alasannya menikahi hilang, hilang pula cintanya. Itulah yang terjadi dengan "keagungan cinta". Jadi, jodoh bukan hanya masalah jatuh cinta. Tapi, merangkum segala dalam aktivitas: memaknai hidup ini untuk apa.
Allahu a'lam...
By : Asa Mulchias #colongan fb :D
jadi intinya : jatuh cinta itu bukan jodoh , jodoh itu bukan jatuh cinta #nahkan bingung :D

Komentar
Posting Komentar